INTERAKSI DENGAN DUNIA INTERNASIONAL
1.Pentingnya Kerjasama Ekonomi Internasional
Cakupan kerjasama ekonomi internasional sangat luas. Ada yang langsung memberikan manfaat dan ada yang baru memberikan manfaat dalam jangka panjang. Kerjasama ekonomi yang dapat langsung memberikan manfaat terutama adalah perdagangan internasional. Sedangkan kerjasama yang memberikan manfaat dalam jangka panjang misalnya penanaman modal langsung. Misalnya pengusaha Amerika Serikat yang menanamkan modalnya dalam bidang industri di Indonesia, membutuhkan waktu beberapa tahun sebelum dapat berproduksi.
2.Teori-teori Perdagangan Internasional
Sebenarnya banyak teori perdagangan internasional. Namun akan dibahas 2 teori yang paling terkenal.
a)Teori Keunggulan Absolut (Absolute Advantages)
Teori ini dikemukan oleh Adam Smith. Menurut Adam Smith, perdagangan akan meningkatkan kemakmuran bila dilaksanakan melalui mekanisme perdagangan bebas. Melalui mekanisme perdagangan bebas, para pelaku ekonomi diarahkan untuk melakukan spesialisasi dalam upaya peningkatan efisiensi. Menurut Adam Smith, sebaiknya spesialisasi dilakukan berdasarkan pertimbangan keunggulan absolut, yaitu keunggulan yang dilihat dari kemampuan produksi dengan biaya lebih rendah. Sebab bila biaya produksinya lebih rendah, dengan input yang sama dapat dihasilkan output yang lebih banyak.
Contoh:
Biaya Produksi per Unit Sepeda Motor dan Beras
Diukur dengan Jumlah Tenaga Kerja yang Digunakan untuk
Memproduksi 1 Unit Output di Indonesia dan Jepang
Negara Motor (M) Beras (B) Rasio Tukar Domestik
Indonesia 60 15 1 M : 4 B
Jepang 12 24 1 M : 1/2
Bagi Indonesia biaya produksi per unit sepeda motor adalah empat kali lebih mahal daripada biaya produksi per unit beras (1 unit = 1 ton). Sebab untuk memproduksi satu unit sepeda motor dibutuhkan 60 tenaga kerja, sedangkan 1 ton beras dibutuhkan 15 tenaga kerja, sehingga rasio tukar domestiknya (berapa ton beras harus dikorbankan untuk memproduksi 1 unit motor) adalah 1:4. Artinya, setiap unit motor nilainya sama dengan 4 ton beras.
Bagi Jepang, biaya produksi per unit motor hanya separuh biaya produksi per unit beras. Sebab biaya produksi per unit beras adalah 24, sedangkan per unit motor hanya 12. Dengan demikian rasio tukar domestik adalah 1:1/2; setiap unit motor setara dengan setengah unit beras.
b)Teori Keunggulan Komparatif (Comparatif Advantages)
Teori ini dikemukakan oleh David Ricardo.
Contoh:
Biaya Produksi per Unit Mobil dan Tekstil
Diukur dengan Jumlah Tenaga Kerja yang Digunakan untuk
Memproduksi 1 Unit Output di Indonesia dan Jepang
Negara Mobil (M) Tekstil (T) Rasio Tukar Domestik
Indonesia 100 20 1 M : 5 T
USA 25 10 1 M : 2,5 T
Tabel di atas menunjukkan bahwa USA memiliki keunggulan absolut dalam produksi mobil maupun tekstil. Untuk memproduksi satu unit mobil, USA hanya membutuhkan 25 tenaga kerja, sedangkan Indonesia 100 tenaga kerja. Untuk memproduksi satu unit tekstil, USA hanya membutuhkan 10 tenaga kerja, Indonesia 20 tenaga kerja. Menurut David Ricardo, Indonesia dan USA dapat melakukan perdagangan bila masing-masing negara memiliki keunggulan komparatif.
Berdasarkan tabel di atas di lihat dari rasio tukar domestiknya harga mobil di USA diukur dengan unit tekstil adalah dua kali lebih murah daripada harga mobil di Indonesia. Karena itu biaya ekonomi memproduksi tekstil di USA lebih mahal dibanding di Indonesia. USA memiliki keunggulan komparatif dalam memproduksi mobil, karenanya sebaiknya USA menspesialisasikan diri dalam memproduksi mobil. Sedangkan Indonesia memproduksi tekstil.
Keunggulan komparatif USA dalam memproduksi mobil dapat juga dilihat dari tingkat efisiensi relatifnya. Karena untuk memproduksi 1 unit mobil USA hanya membutuhkan 25 tenaga kerja, sementara Indonesia membutuhkan 100 tenaga kerja, maka USA memiliki efisiensi 4 kali lipat dalam produksi mobil. Sedangkan dalam produksi tekstil, USA memiliki efisiensi hanya dua kali lipat. Karena itu sebaiknya USA menspesialisasikan diri dalam produksi mobil, sedangkan Indonesia memproduksi tekstil.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar